Marinization

Marinization Automotive Diesel Engine

Marinized engine adalah mesin diesel otomotif yang dimodifikasi untuk dapat di pergunakan sebagai mesin kapal,seperti kapal ikan, kapal kayu, kapal penyebrangan, kapal angkut antar pulau dsb. mesin diesel yang dimodifikasi hanya terbatas pada kapasitas untuk ukuran medium kebawah ( 70 hp ~ 430 hp) merk merk tertentu saja. Pada dasar nya marine engine & engine darat (otomotif ) adalah base nya sama. Mengubah diesel engine otomotif untuk penggunaan di Kapal (marine) diperlukan keahlian mekanik khusus , yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman tentang aplikasi di laut, terkait dengan engine performance, torsi ,sistim pendinginan dan ketentuan lainya.

Perbedaan mesin otomotif dan mesin kapal/marine terletak pada proses pendinginan, mesin otomotif menerima udara segar secara terbuka dari udara luar sedang mesin marine proses pendinginan secara tertutup melalui sirkulasi air laut dengan bantuan sea waterpump yang dipasang di bawah dek kapal, disamping itu mesin otomotif dirancang untuk berjalan di berbagai kecepatan, sedangkan mesin marine dirancang melakukan kerja throttle atau kecepatan penuh untuk sebagian besar waktunya,sehingga sistim pendinginan menjadi prioritas hal utama dalam marinization.
Saat ini perkembangan penggunaan mesin diesel ex-truck, ex-bus rekondisi makin banyak terpasang pada kapal dengan populasi yang sudah cukup lumayan, dan yang menjadi alasan utama adalah faktor harga ,untuk engine otomotif yang dimodifikasi ke marine engine harganya jauh lebih murah dan mudah dalam perawatan di banding dengan marine engine aslinya.

Pertimbangan inilah yang menjadi pilihan pengguna mesin penggerak utama dan mesin generator pada kapal memakai mesin otomotif rekondisi dengan tanpa mengesampingkan aspek modifikasi teknis ke versi marine engine.
Dalam marinization beberapa hal yang perlu diperhatikan sbb :
1. Specifikasi Engine
a. Kapasitas engine ( hp atau pk ) turbo atau non turbo.( Produksi hescotrade kapasitas 45 HP -  440 HP )
b. Torsi atau Torque adalah kekuatan sebenarnya yang memutar baling-baling bukan hp atau horse power tetapi hp dan torsi merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
c. Mitsubishi Engine : 4D31, 4D34T,6D14,6D15,6D16,6D22, 8DC9,8DC11,10DC11
d. Nissan Engine      : RD8,RD10,RE8,RE10,RF8,RF10

1. MENENTUKAN KECEPATAN KAPAL
   Sebelum menentukan pemilihan mesin marinized Kapal perlu memerhatikan beberapa hal sbb :
   a. Berat Kapal saat bermuatan maximum  dan  Minimum serta saat kapal kosong belum bermuatan
   b. Jenis Kapal Kayu atau Fibreglass atau Besi
   c. Bentuk Lambung Kapal  (Displacement Hull atau Planning Hull atau Semi Displacement /Planning)
   d. Panjang tali air Kapal.
   e. Lebar Kapal
   f. Tinggi Kapal
   g. Draft Kapal
   h. Taget speed / kecepatan Kapal yang di inginkan ( memperhatikan standard safety kecepatan yang direkomendasikan )
    i. Tentukan Baling baling(propeller) yang akan dipakai berapa daun ( 2 daun,3 daun, 4 daun atau 5 daun )
    j. Tentukan Diameter dan panjang As /Shaft Propeller, Material SUS 304 atau SUS 316
   k. Tentukan jumlah dan type bearing yang akan digunakan.
    l. Tentukan ratio Gearbox
  
   Dari data tersebut diatas dapat dihitung berapa Power / Daya mesin yang dibutuhkan dan diameter baling baling yang sesuai. dengan kebutuhan Kapal anda.
  
TABEL MESIN KAPAL

1.1. MENENTUKAN PEMILIHAN MESIN MARINIZED KAPAL
     - Crankshaft / Kruk As Mesin Diesel Marinized  harus STANDARD dan ASLI / Genuine.
        - Block Mesin tidak retak atau bekas perbaikan
     - Pastikan Governor diganti dengan Governor Marine  baru bukan modifikasi Governor lama dijadikan Marine.
   - Pastikan Sistim pendinginan Mesin terpasang sesuai standard pendinginan Mesin Kapal.

    1.2. MENENTUKAN MERK MESIN KAPAL YANG SESUAI UNTUK KAPAL ANDA
           Dalam pemilihan merk mesin kapal marinized yang sesuai untuk kapal anda, biasanya tergantung pada kebiasaan mekanik atau.
          KKM pengalaman pada jenis merk tertentu, untuk mempermudah dalam perawatan dan perbaikan atau mendapatkan sparepart  dipasaran.

2. MARINE GEARBOX & BELLHOUSING
Housing gearbox harus sesuai dengan housing flywheel engine yang dimodifikasi dan penyesuaian RPM dengan angka perbandingan gearbox (ratio) juga perlu diperhitungkan agar pemilihan type gearbox dan kinerja baling baling dapat optimal dan selaras dengan mesin agar Kapal dapat berjalan laju.

3. MEMASTIKAN ASSEMBLY
 a. Pemilihan Heat Exchanger / Water Cooler

  








 Model 
Rated power Kw(HP) Cool Area (m²) Sea Water Dia. (mm) Fresh Water Dia. (mm) Overall Dimesion LXWXH (mm) Net Weight
(kg)
 AH300  35(48) 0.66 5/4" Φ 50 480 X 147 X 254 16
 (WH100) 
 CH300  44-76 1.6 Φ 38 Φ 60 596 X 179 X 293 27.5
(60-108)
 CH400  130-176 2.0 Φ 38 Φ 60 716 X 179 X 306 32
(180-240)
 CH500  440(590) 2.9 Φ 50 Φ100 820 X 208 X 400 36
 (KH300) 
 CH600  588(788) 3.69 Φ 50 Φ100 1000 X 208 X 400 38
 (KH400) 
 CH700  176-200 2.42 Φ 38 Φ60 851 X 179 X331 40
(240-300)
 CH900  588 (788) 3.9 Φ 50 Φ80 1050 X 223 X 406 68
 PH300  588-822 7.79 Φ 76 Φ120 1100 X 290 X 580 145
(788-1182)
 PH400  1102-1320 9.33 Φ 76 Φ150 1180 X 290 X 580 155
 
(1476-1769)

Sistim pendingin radiator udara versi truk dilepas dan diganti dengan heat exchanger/cooler air laut yang akan mendinginkan mesin dengan bantuan sirkulasi sea water pump atau pompa air laut untuk mendinginkan air tawar pada cooler. Prinsip kerja nya kalau mesin otomotif membuang panas via air radiator dan mesin marine menggunakan water cooler yang di transfer panas nya ke air laut dengan melalui alat tukar panas = Heat Exchanger. Banyak orang kurang memahami masalah heat exchanger, dalam menentukan heat exchanger harus sesuai dengan kapasitas mesin dieselnya, berapa kapasitas heat output mesin diesel tsb....? dan berapa kemampuan heat exchanger mampu membuang panas......? sebagai pengambil keputusan jangan sampai membeli heat exchanger (cooler) karena factor pertimbangan murah nya saja, dikwatirkan penjual heat exchanger memberikan saran yang salah dalam menentukan model dan kapasitas yang lebih kecil dengan menyarankan RPM mesin untuk dilakukan penguncian pada posisi rpm dibatasi/rendah biar output mesin tidak melebihi kemampuan heat exchanger (mengesampingkan faktor teknis - keputusan ekonomis yang berisiko).

Menentukan Heat exchanger dengan baik pasti memilih kapasitas sedikit lebih besar dari kebutuhan mesin, sebab dengan berjalan nya umur, kotoran atau scale build up akan mempengaruhi efficiency atau kemampuan heat exchanger akan menurun.
Bila kapasitas pas-pas san dengan berjalan nya umur pasti performance Heat Exhanger akan menurun. Jika ingin tahu Heat Exchanger cukup atau tidak, geber mesin tsb pada top speed minimal 5 menit, kalau suhu mesin naik lebih dari batas suhu standard normal, Heat Exchanger nya berarti kurang besar, dengan catatan sistim pendinginan sisi air tawar kondisi sehat dan propeller sudah sesuai dan mesin mampu masuk ke RPM maksimum - sesuai ratingnya dan
lambung dalam keadaan bersih. Material Heat exchanger yang bagus menggunakan material pipa cupro-nickel ( copper-nickle 70/30 ) bisa juga pakai stainless steel asal bukan common brass, material cupro-nickel cukup mahal, material common brass biasanya lebih cepat bocor karena daya tahan terhadap korosi air laut kurang bagus.
Jangan sampai berupaya menghemat uang dengan mencari harga murah, heat exchanger yang
kurang berkualitas, resikonya bila jalur air tawarnya terjadi bocor karena korosif kemudian engine akan terjadi overheat dan dapat menyebabkan bengkoknya cylinder head …..resiko berikutnya, dapat terjadi piston jam di liner yang dapat mengakibatkan patahnya conrod dan crankshaft.( berupaya hemat 10 juta tapi kerugian bisa 10 x lipat )

b. Exhaust Manifold

Terkadang ruang mesin kapal agak tertutup walaupun ada blower ventilasi, panas dari mesin yang harus bisa di buang secara baik agar suhu di ruang mesin tidak melebihi dari +15 derajat ambient temperatur. Jika suhu ruang mesin di atas 40oC , mesin bisa terkena de-rating up to 10%, maka akan terjadi hilang power 10% dan jadilah mesin overload 10% pada saat di operasikan pada full load. Udara ambient panas atau high altitude adalah musuh dari mesin. Mesin kapal menghisap udara dari ruang mesin, kalau sirkulasi udara tidak sempurna maka bisa terjadi mesin menghisap udara panas yang dapat dari udara panas ruang mesin juga (hindari short air back-pressure) Apalagi bila ruang mesin kapal tidak menggunakan forced ventilation blower atau ukuran blower kekecilan (less air changeable ), atau hanya mengandalkan celah-celah udara ventilasi (natural)- resiko lifetime engine akan lebih cepat.

c. PEMILIHAN STERNTUBE (KOKER/STANGTIP)
merupakan produk fabrikasi, dapat disebut stantip, koker, atau pun kepala babi dalam Sterntube berfungsi sebagai  tempat pemasangan Shaft Stainless, Cutless Bearing dan Pipa housing, Stern Tube 1 Set terdiri dari 2 bagian yaitu bagian luar dan bagian dalam, material dari Kuningan dan baut-bautnya terbuat dari Stainless 304